Berlari Untuk Berbagi Dukung Kementerian Sosial Dalam “Indonesia Sejahtera 2025”
2012-09-25 23:43:40

PERNYATAAN MEDIA

Berlari untuk Berbagi dukung Kementerian Sosial dalam “Indonesia Sejahtera 2025”

 

Jakarta, 25 September 2012 Berlari untuk Berbagi kembali menggalang dana dengan mengikuti Berlin Marathon pada 30 September 2012 di Jerman. Program amal Berlari untuk Berbagi yang diprakarsai oleh Sandiaga Uno sejak tahun 2009 ini merupakan kegiatan sosial yang bertujuan untuk memberikan harapan bagi masyarakat pra-sejahtera, dengan memberikan bantuan yang disalurkan melalui berbagai kelembagaan sosial yang ada di Indonesia. Sebelumnya Berlari untuk Berbagi telah mendonasikan sejumlah dana kepada lebih dari 50 lembaga sosial di Indonesia, kali ini Sandiaga Uno bersama 15 pelari lainnya yang tergabung dalam Komunitas Berlari untuk Berbagi mengikuti Berlin Marathon untuk mendukung program Indonesia Sejahtera (Indotera) 2025 yang dijalankan oleh Kementerian Sosial RI.

 

Pada acara penandatanganan kesepakatan antara Kementerian Sosial RI dan Komunitas Berlari untuk Berbagi, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menyampaikan bahwa “saya optimis misi Indotera 2025 bisa tercapai dengan baik jika seluruh elemen masyarakat mau berkontribusi dan sama-sama berbuat. Karena itu, kami sangat senang dan menyambut baik dukungan dan kontribusi yang diberikan oleh komunitas Berlari untuk Berbagi dalam membawa misi Indotera 2025 ini” ujar Mensos.

 

Mensos menambahkan bahwa saat ini kita sedang berkonsentrasi pada penyelenggaraan kesejahteraan sosial di 50 kabupaten tertinggal, dan 39 kawasan perbatasan, tertinggal, terpencil. Oleh karena itu sudah saatnya kita bersinergi menggerakkan seluruh potensi yang ada di negeri ini untuk bisa mewujudkan misi besar tersebut.

 

Orientasi ekonomi yang mengacu pada pertumbuhan, telah menumbuhkan mental pertumbuhan yang membuat orang mengakumulasi material sebanyak-banyaknya, dengan tidak mempedulikan orang lain yang sangat membutuhkannya tetapi tidak berkesempatan. Pola pikir orang berubah, untuk mengejar dan mengakumulasikan materi sebanyak- banyaknya, karena keyakinan bahwa materi yang banyak akan memberikan kepuasan hidup. Kondisi ini akan membuat orang hanya berorientasi pada dirinya sendiri dan kurang memikirkan kesejahteraan orang lain.

 

Kondisi ini akan menjadi ancaman serius bagi warga mapu ataupun dunia usaha, bila tidak ada jaringan sosial yang menumbuhkan kepercayaanantara masyarakat dan dunia usaha dan warga mampu. Pertumbuhan jaringan yang kemudian menumbuhkan saling percaya inilah yang disebut dengan investasi modal sosial atau investasi sosial sebagai salah satu pengaman jika satu perusahaan ingin sukses dan menang di dalam persaingan.

 

Kelangsungan hidup bermasayarakat dan bisnis sangat tergantung pada pengakuan dan pengukuhan pada keanekaragaman lingkungan, dan suatu organisasi bisnis akan berusia panjang bila dia memperhatikan ekosistem bisnis yang beranekaragam, dan membangun sinergi dengan berbagai organisasi yang merupakan kompnen ekosistem tersebut. Karena tidak ada komponen kehidupan dalam masyarakat yang tidak memberi peluang untuk kemajuan bersama, termasuk peluang didalam investasi sosial. Investasi sosial di dalam keseharian sering disebut dengan kata peduli. Jika suatu perusahan yang peduli dengan komponen ekosistem tersebut, maka perusahan tersebut tidak hanya mencari untung, tetapi juga untukkemajuan karyawan, mitra kerjadengankonsumentermasukmasyarakatdisekitar dunia usaha.

 

Disisi lain, Sandiaga S. Uno sebagai pelopor Berlari untuk Berbagi mengatakan bahwa, Berlari untuk Berbagi hanya bagian terkecil dari misi besar Indotera 2025. Namun, sebagai sebuah komunitas yang memiliki visi sosial, kami sangat berharap dukungan Berlari untuk Berbagi terhadap program ini dapat menginspirasi dan menjadi ajakan bagi masyarakat luas untuk mau bergandengan tangan dan memberikan kontribusinya bagi kesejahteraan bangsa ini .

 

Sandi juga menjelaskan; banyak program Kemensos yang sangat menarik dan layak untuk dibantu, bagian program yang menjadi perhatian kami diantaranya adalah bantuan modal usaha kepada keluarga rentan agar mereka bisa mandiri secara ekonomi, yang kedua adalah bantuan pendidikan bagi anak-anak pra-sejahtera dan terakhir adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ketiga program tersebut sesuai dengan visi sosial yang dijalankan oleh Berlari untuk Berbagi, karena Pendidikan dan Kewirausahaanmerupakan dua hal yang sangat kita butuhkan dan menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa untuk bisa sejahtera.

 

Sementara itu Menteri sosial Salim Assegaf Al Jufri mengatakan bahwa ''Semangat kesetiakawanan sosial ini harus terus dimunculkan, Insya Allah Indotera 2025 tercapai jika semua pemangku kepentingan mau bekerjasama dan bergandengan tangan untuk menuju Indonesia Sejahtera. Sebagai bagian dari pemerintah, Kementerian Sosial RI tentunya ingin pula memberikan apresiasi atas sejumlah perusahaan dan warga mampu yang telah melakukan investasi sosial ini, terutama kaitannya dengan kegiatan community development yang telah dlakukan untuk masyarakat disekitarnya. Sebagai wujud pengharapan bersama atas prakarsa perusahaan atau warga mampu dalam menciptakan suasana tersebut, maka pada suatu sisi perusahaan akan memperoleh motivasi yang dinamis, mampu mengembangkan ide dan pemikiran kreatifnya, pada sisi lain pemerintah akan tergerak memberikan apresiasi atas dedikasi, semangat dan kemauan perusahaan dan warga mampu dalam merangkul dan memberdayakan masyarakat disekitarnya.

 

Back