Energy To Finish #JakartaMarathon2013
2013-11-06 10:06:08

oleh: Juanito Tiwow (@juaniwow)

Kira-kira tiga tahun yang lalu saya pertama kali iseng mencoba ikut serta dalam Jakarta 10K. Saat itu lebih dari 80% saya jalani dengan berjalan cepat. Entah mengapa saya jadi suka kegiatan ini. Berarti kira-kira 3 tahun lalu juga saya berkenalan dengan kawan-kawan Berlari untuk Berbagi (BUB).

Energi yang ada di BUB luar biasa, membawa saya untuk mencoba jarak yang makin jauh. Setiap ada event semangat dan dukungan kawan-kawan BUB mendorong saya untuk mencoba menambah jarak lari.

Setelah sedikit kecewa karena tidak mencoba full marathon di Bali Marathon 2013, saya memutuskan untuk mencoba full marathon di Jakarta 2013. Satu detik setelah saya menyatakan akan ambil full marathon di bawah tenda putih di base camp BUB, saat itu juga chief Sandi dan coach Indra langsung memberikan dukungannya. Rekomendasi program latihan langsung mereka sampaikan pada saya. Berkali-kali saya sempat berlatih bersama sore hari di sekitar komplek GBK. Kawan-kawan khususnya coach Indra mengecek perkembangan persiapan saya secara berkala. Termasuk diskusi ringan strategi pada saat race day. Proses persiapan saya bukan tanpa halangan, pergelangan tangan saya yang retak akibat main futsal dan cedera pada plantar 3 minggu sebelum hari H mengganggu program latihan saya. Semua kawan-kawan di BUB memberi dukungan sehingga saya ingin segera sembuh dan berlatih. Banyak sekali pernyataan-pernyataan singkat dari kawan-kawan yang sekilas rasanya tiada arti tapi sebenarnya justru membakar semangat saya.

"Takut nih gua", itu kata-kata saya pada bro Arlan di sabtu sore sebelum race day. Takut gagal, takut cedera, ya sekadar rasa takut yang manusiawi. Bro Arlan menjawab singkat, "Ah, bro. Kita cuma takut sama Tuhan." Refleks, ringan tapi memberikan tambahan rasa optimis.

Keceriaan, kebersamaan, semangat BUB menginsipirasi saya pada hari H mulai dari jam 5 pagi untuk segera mencapai BUB zone di km 36-37. BuB Zone adalah water station yang disediakan secara cuma-cuma oleh komunitas kami kepada para pelari full marathon. Sebagai wujud antusias kami menyambut Jakarta Marathon ini, BuB zone tidak hanya menyediakan minum kepada para pelari tapi juga fruit station, message corner, sponge, Band dan DJ bahkan sampai Dancer pun ada di BUB Zone ini.

Saya yakin, begitu saya sampai di BUB zone, sisa 5 km lebih akan jauh terasa lebih ringan. Km 22-23 (perempatan Gatsu-Rasuna Said) sampai dengan km 30 (mulut jalan Gerbang Pemuda) adalah satu bukti kejamnya cuaca ibukota untuk peserta marathon, terlebih mulai km 26 saya mengalami keram. Langkah demi langkah saya jalani sambil membayangkan keramaian "finish bayangan" di BUB zone. di sisi lain, saya merasa tidak adil juga kalau berharap BUB zone tetap ramai hanya untuk menunggu saya yang tercecer jauh di belakang.

Namun benar saja, ketika saya tiba di km 36, terlihat di kejauhan masih ada kawan-kawan yang menunggu dengan sorakan yang luar biasa menyemangati saya. Itu booster bagi saya; bagaimana kawan-kawan yang tidak ikut lari bersedia menunggu tanpa lelah meskipun cuaca cukup panas.

"Finish it" kata bro Westana di BUB zone meminta komitmen saya untuk menyelesaikan 42+ km, yang tentunya langsung saya iyakan. Sisa 5 km terakhir tidak serta merta menjadi mudah bagi saya tapi saya mendapat tambahan energi untuk menyelesaikan jarak tersisa; dan sekarang saya bisa dengan bangga menempatkan diri saya sebagai warga dunia yang pernah finish full marathon. Terima kasih BUB, you guys are wonderful. BUB Rocks!!!

Back